Cara menghilangkan jerawat di punggung

Posted on March 1, 2012

0


Jerawat ternyata tidak hanya muncul di wajah saja, namun juga di punggung. Dan cara menghilangkan jerawat di punggung tentu tidak sama dengan cara menghilangkan jerawat pada wajah. Apakah ada bahan alami yang bisa membantu menghilangkan jerawat?

Sebelum membahas cara menghilangkan jerawat di punggung, ada baiknya kita mengenali penyebab munculnya jerawat di punggung.

Penyebab munculnya jerawat
Secara umum jerawat di punggung sebetulnya sama dengan jerawat di wajah. “Prinsip awal terjadinya jerawat itu sama,” kata dr. Sandra Widaty, Sp.KK, ahli kulit dari FKUI, Jakarta. Baik di wajah maupun di punggung, jerawat bisa disebabkan oleh empat pemicu.

Pemicu pertama, karena kerja kuman Propionibacterium acnes. Bakteri ini merupakan penghuni normal di permukaan kulit manusia. Ia bisa hidup di wajah maupun di punggung. Dalam keadaan normal, ia sebetulnya tidak berbahaya. Cuma, ketika kulit kurang terjaga kebersihannya, ia berulah dan menyebabkan timbulnya jerawat.

Pemicu kedua, tingginya produksi kelenjar minyak di kulit (sebum). Itu pula sebabnya jerawat mudah dialami orang yang kulitnya berminyak. Jika dua faktor ini berkumpul, maka jerawat tentu akan lebih mudah terjadi. Artinya, mereka yang kulitnya berminyak dan kurang menjaga kebersihan lebih berpeluang menjadi pelanggan jerawat.

Pemicu ketiga, adanya gangguan proses pengelupasan lapisan kulit luar. Jika ini terjadi, lapisan kulit yang mestinya mengelupas itu malah akan menyumbat saluran kelenjar sebum. Semua faktor ini bisa menyebabkan jerawat, baik di wajah maupun di punggung. Faktor terakhir adalah reaksi radang.

Semua ini merupakan faktor umum yang menyebabkan gangguan kulit yang kita sebut sebagai acne vulgaris (acne: jerawat, vulgaris: biasa). Di wajah maupun di punggung, sama saja.

Khusus di punggung, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan jerawat makin mudah muncul. Misalnya pemakaian baju yang rangkap-rangkap. Efek ini akan makin bertambah jika yang bersangkutan berada di ruangan yang gerah, panas. Kondisi gerah akan merangsang tubuh untuk mengeluarkan keringat. Sementara, pada saat yang sama keringat sulit kering karena punggung tertutup oleh pakaian yang tebal. Ditambah lagi, dalam kondisi lembap, kuman juga menjadi lebih mudah berkembang biak.

Ini merupakan salah satu perbedaan penting antara wajah dan punggung. Wajah berada di daerah terbuka, mudah terkena debu, tapi tidak lembap. Punggung sebaliknya. Bagian ini berada di daerah tertutup, tidak mudah kena debu tapi mudah lembap akibat keringat. Jerawat di punggung juga bisa berupa “jerawat yang tidak biasa”. Bintil-bintil mirip jerawat tapi bukan acne vulgaris.

Contohnya, erupsi akneformis. Ini berupa kelainan kulit yang muncul secara tiba-tiba. Bentuknya menyerupai jerawat tapi bukan jerawat biasa. “Jadi, bintil-bintil di punggung itu tidak selalu jerawat,” ujar Sandra. Di wajah pun begitu. Umumnya memang jerawat, tapi tidak semua bintil-bintil adalah jerawat biasa.

Jerawat yang tidak biasa ini misalnya disebabkan oleh efek samping pemakaian obat. Contohnya, kortikosteroid sistemik dan INH. Kortikosteroid biasanya digunakan untuk mengobati alergi atau asma. Sedangkan INH biasa digunakan dalam terapi tuberkulosis paru. Jika seseorang memakai obat-obat ini lalu timbul bintil-bintil di punggungnya, mungkin saja itu bukan jerawat biasa, tapi mungkin erupsi akneformis, misalnya.

Contoh lain jerawat yang tidak biasa adalah bintil-bintil di punggung akibat infeksi jamur tertentu. Bentuknya seperti jerawat biasa. Seperti kita tahu, jerawat ada yang bentuknya bintil-bintil merah, ada pula yang bintil-bintil kuning bernanah. Bentuk seperti ini juga bisa dijumpai pada infeksi jamur tertentu yang lokasinya di punggung.

Secara fisik, bentuk bintil-bintil ini sulit dibedakan dari jerawat biasa. Yang membedakan adalah rasa gatal yang ditimbulkan. Jerawat biasa umumnya tidak begitu gatal, sekalipun sampai bernanah. Tapi khusus jerawat akibat infeksi jamur ini, kata Sandra, gatalnya terasa lebih jelas.

Menghilangkan jerawat dengan bahan alami
Putih telur dan mentimun adalah dua bahan alami yang mampu membantu menghilangkan jerawat di punggung. Jika fungsi dari putih telur adalah untuk mengangkat sel-sel mati, mentimun untuk menghilangkan nota hitam di kulit. Namun, ada cara untuk mengolah kedua bahan alami tersebut agar berfungsi dengan maksimal. Berikut cara mengolahnya:

  1. Pisahkan putih telur dengan kuningnya, kemudian kocok putih telur hingga kaku.
  2. Potong kecil-kecil mentimun, kira-kira sekitar 3 cm.
  3. Masukan putih telur dan mentimun kedalam blander hingga menjadi jus.
  4. Blender kedua bahan tersebut lalu oleskan ke punggung yang berjerawat hingga kira-kira 15 menit. Kemudian bilas dengan air hangat.

Jika jerawat sudah lenyap, maka permasalahan bisa dikatakan baru saja dimulai. Agar tidak terjangkit jerawat menjengkelkan ini lagi, alangkah bijaksananya mencegah daripada mengobati.

Mencegah jerawat muncul kembali
Agar pencegahan berjalan maksimal, pertama-tama harus dicari dulu penyebabnya. Jika penyebabnya adalah kuman, maka harus rajin mandi agar kebersihan terjaga, jika perlu mandi tiga kali sehari. Untuk sabun tak perlu sabun khusus, sabun mandi biasa yang bukan sabun antiseptik pun sudah cukup efektif untuk mencegah kuman datang. Selain itu sabun mandi biasa juga bisa mencegah jerawat akibat produksi kelenjar minyak yang berlebih.

Tips mencegah munculnya jerawat di punggung:

  • Buka pakaian setiap kali habis beraktivitas di luar agar punggung terkena udara dan keringat bisa kering.
  • Hindari memakai pakaian ketat supaya sirkulasi udara di punggung lancar.
  • Gunakan pakaian berbahan katun atau bahan adem lain yang bisa menyerap keringat dengan baik.
  • Ganti pakaian bila basah.

Jika masalahnya adalah gangguan pengelupasan sel kulit, jerawat bisa dicegah dengan scrubbing. Cara ini akan membantu pengelupasan sel kulit yang sudah mati sehingga ia diganti oleh sel kulit yang baru. Tapi Sandra menegaskan, scrubbing ini hanya disarankan untuk kasus jerawat yang masih kecil-kecil, yang masih berupa komedo, bintik-bintik kecil. Kalau jerawat sudah gede-gede, apalagi sudah bernanah, cara ini tidak lagi dianjurkan. Malah bisa berbahaya sebab akan memperparah peradangan yang ada. Jika ada infeksi, proses scrubbing mungkin akan menyebabkan kuman malah menyebar.

Memencet jerawat di wajah maupun di punggung sangat tidak dianjurkan, kenapa? Selain tidak menyelesaikan masalah, pemencetan jerawat bisa menyebabkan infeksi. Apalagi cara pencet tersebut berisiko meninggalkan bekas noda hitam.

Pembatasan kalori juga diketahui bisa mempercepat penyembuhan jerawat. Untuk itu lemak perlu dibatasi karena, seperti kita tahu, nilai kalorinya paling tinggi di antara jenis kalori lain misalnya karbohidrat atau protein. Pada mereka yang tidak membatasi makan, jerawat biasanya akan lebih sulit sembuh. Itulah sebabnya konsumsi makanan sebaiknya dibatasi. Jadi, cokelat, susu, telur, dan sebangsanya tetap boleh saja dimakan, asal jangan banyak-banyak.

Kapan harus ke dokter?
Ketika jerawat masih berupa bintil-bintil kecil akibat sumbatan kelenjar minyak, kita masih bisa menanganinya sendiri. Dengan cara menjaga kebersihan badan, mengurangi masukan kalori, sesekali scrubbing, dan cara lain yang bisa kita lakukan sendiri. Namun, begitu jerawat sudah berupa bintil-bintil bernanah, apalagi jumlahnya banyak dan disertai rasa gatal atau bahkan senut-senut, itu pertanda bahwa harus segera ke dokter.

Power by

Posted in: jerawat