Endometriosis Berawal dari Nyeri Haid

Posted on February 29, 2012

0


Foto: Getty Images

Waspada Infertilitas

Tingkat nyeri pada endometriosis, menurut dr. M. S. Nadir Chan SpOG (K), Spesialis Obstetri & Ginekologi RSIA YPK Mandiri, tidak menunjukkan tingkat beratnya penyakit. “Itu tergantung pada letak kerusakan syaraf nyeri. Jika langsung mengenai sensorik, meskipun sakitnya ringan, tapi akan terasa nyeri. Sebaliknya jika endometriosis sudah sangat dalam, namun syarafnya tidak kena, tidak akan terasa nyeri,” paparnya.

Oleh karena itu, dr. Herbert Situmorang SpOG, menekankan pentingnya diagnosis dini, mengingat akibat yang cukup fatal jika penanganan ditunda terlalu lama. “Dengan diagnosis dan terapi lebih dini, maka kerusakan yang ditimbulkan di dalam dapat diminimalkan. Berbeda jika penyakitnya sudah menyebar, dengan operasi pun kemungkinan timbulnya lagi sangat tinggi. Kerusakan organ kandungan itu dapat menyebabkan kesulitan memiliki anak. Untuk bayi tabung pun, kemungkinan keberhasilan pada pasien endometriosis lebih rendah dan dampaknya lebih banyak. Maka kenali lebih dini, jika mulai sakit haid, segera periksa,” papar Herbert.

Pasalnya, begitu banyak jalur yang dapat terganggu akibat dari endometriosis ini. Mulai dari saluran tuba yang mengempis, cairan dalam rongga perut yang mengandung darah, ketidakramahan terhadap sperma dan sel telur, hingga proses pengambilan sel telur yang terganggu. “Banyak tahapan kehamilan normal yang terhambat karena endometriosis ini,” pungkas dr. Herbert.

Lima Pemicu Endometriosis

1 Dioksin
Beberapa penelitian menunjukkan zat-zat kimia yang berbahaya dan beracun seperti dioksin ditengarai memicu kerusakan sistem imun yang berfungsi membersihkan darah haid. Dioksin banyak terkandung dalam makanan olahan yang menggunakan plastik.

2 Polusi Udara
Data menunjukkan tingkat penderita endometriosis di negara-negara yang kegiatan industri dan polutannya sedikit, cenderung rendah. Sehingga karbon monoksida diduga sebagai salah satu pemicu endometriosis.

3 Genetik
Faktor genetik adalah salah satu pemicu endometriosis. Jika ada ibu, nenek, atau saudara perempuan mengidapnya, maka kemungkinan terkena endometriosis semakin tinggi. Jepang sebagai negara dengan polutan yang rendah dibanding Cina, memiliki angka endometriosis yang sangat tinggi karena faktor genetik yang kuat.

4 Faktor Usia
Endometriosis terjadi pada wanita usia produktif. Semakin panjang waktu sejak menarche (usia awal haid), kemungkinan terkena endometriosis lebih tinggi dibandingkan usia remaja. Endometriosis banyak terjadi pada wanita berusia 20-30 tahun.

5 Jumlah Darah
Semakin banyak darah yang keluar ketika haid, kemungkinan timbul endometriosis semain tinggi karena berpengaruh pada jumlah darah yang tumpah ke rongga panggul.

Posted in: Kesehatan