Alergi kulit wajah

Posted on February 28, 2012

0


Kulit, khususnya bagi kaum wanita merupakan perhiasan paling alami yang dimiliki. Namun, apa jadinya jika alergi kulit menyerang “perhiasan alami” tersebut? Rasa tidak nyaman serta tidak percaya diritentu sudah pasti akan mengancam. Alergi kulit pun kemudian menjadi sebuah alergi yang menyebalkan. Terutama jika alergi kulit terjadi pada kulit seputar wajah.

Kulit wajah memang dirasa sebagai pancaran kecantikan seorang wanita yang paling bisa dilihat secara langsung. Tidak heran jika wanita merasa kesal ketika alergi kulit menyerang bagian wajahnya. Alergi kulit yang menyerang kulit wajah biasanya akan menyebabkan kulit wajah menjadi merah.

Alergi kulit merupakan masalah kulit yang cukup banyak menyerang manusia. Berbeda dengan penyakit kulit lainnya, alergi kulit cenderung tergolong sebagai masalah kulit kambuhan. Jika tidak bisa menjaganya dengan baik, kulit kita bisa terserang alergi dan itu pasti sangat menjengkelkan.

Kulit merupakan salah satu bagian dalam tubuh manusia yang ekstra sensitif. Fungsi dari kulit sebagai pelindung organ tubuh manusia menjadikan kulit sebagai salah satu bagian tubuh yang harus dirawat dengan cukup ekstra. Jika tidak bisa jadi hal itu juga akan mengganggu kesehatan organ tubuh manusia yang lain.

Alergi kulit bisa datang karena faktor lingkungan ataupun dari dalam diri manusianya itu sendiri. Faktor terbesar datang dari diri manusia itu sendiri, seperti tidak bisa menjaga pola makan dengan baik. Anda mungkin pernah menemukan seseorang yang terserang alergi kulit akibat mengonsumsi udang. Hal tersebut nyatanya memang tidak dilebih-lebihkan. Faktanya, udang memang mengandung zat yang dapat menyebabkan alergi pada orang-orang tertentu.

Alergi kulit berbeda dengan jenis luka pada kulit lainnya seperti bekas luka terbakar, tergores, atau luka bekas penyakit kulit seperti bisul. Oleh sebab itu, cara penanganan alergi kulit juga berbeda dengan pengobatan pada jenis masalah kulit tersebut. Umumnya, salep menjadi pengobatan mujarab pada jenis –jenis penyakit kulit itu, begitupun dengan alergi kulit. Namun, hal yang mesti diperhatikan adalah kandungan dalam salep untuk mengobati alergi kulit berbeda dengan kandungan salep untuk mengobati jenis penyakit kulit lainnya.

Hampir setiap orang pernah mengalami alergi, salah satunya alergi kulit. Alergi merupakan reaksi yang dilakukan oleh tubuh karena adanya benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya, jika ada benda asing yang masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh mulai bekerja. Jika sudah demikian, alergi kulit tidak dapat dihindari.

Protein khusus yang terdapat dalam benda asing penyebab alergi kulit tersebut dan bersifat tidak baik akan dikenali oleh jaringan tubuh. Tubuh pun segera membentuk zat penawar untuk mengatasi protein khusus tadi. Protein khusus dalam tubuh yang akan diserang dan dilumpuhkan disebut antigen, sedangkan zat penawar yang dikeluarkan tubuh disebutantibodi.

Alergi Kulit – Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh hanya akan menghasilkan antibodi jika tubuh sudah “diserang” oleh benda asing. Kalau sistem kekebalan tubuh bekerja cepat dan mampu menghasilakn antibodi dalam waktu singkat, tentu tubuh pun akan pulih dengan segera. Benda asing yang dapat segera dikenali sesaat setelah menyerang kulit, hal itu dapat menghindarkan Anda dari alergi kulit.

Akan tetapi, jika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara lamban, tentu reaksi negatif pun akan bermunculan. Salah satu reaksi yang ditimbulkan itulah yang kita kenal sebagai alergi, begitupun dengan alergi kulit.

Mengenal Alergi Kulit

Ada berbagai macam alergi yang harus kita kenal, salah satunya adalah alergi kulit. Alergi kulit atau yang biasa dikenal juga sebagai radang kulitatau eksema dermatitis merupakan reaksi alergi yang terjadi di bagian kulit berupa gatal atau ruam. Alergi kulit, umumnya, terjadi akibatinfeksi bakteri.

Biasanya, penyakit ini tidak menular, namun dapat diturunkan kepadaanggota keluarga. Penyebab alergi atau yang biasa disebut alergen bisa bermacam-macam, misalnya makanan, obat, debu, cuaca, kosmetik, detergen, sabun mandi, kain atau pakaian, dan bulu binatang.

Ciri-ciri Alergi Kulit

Alergi kulit bisa terjadi karena adanya kontak langsung dengan alergen (dermatitis kontak). Dermatitis kontak ini terbagi menjadi dua macam, yaitu iritan dan alergik. Dermatitis kontak iritan adalah alergi yang terjadi karena adanya efek kimiawi akibat zat tertentu yang dirasakan langsung oleh kulit.

Tingkat keparahan alergi kulit  bergantung pada waktu kontak zat tersebut dengan kulit, konsentrasi zat, dan sensitivitas kulit. Dermatitis kontak alergik terjadi karena seseorang terlalu peka terhadap suatu zat yang biasa dipakai sehari-hari. Misalnya, bahan-bahan yang mengandung logam (metal), seperti perhiasan imitasi, aksesoris, dan sebagainya.

Alergi kulit harus dibedakan dengan penyakit kulit biasa karena penanganannya pun akan berbeda. Beberapa ciri dari alergi kulit di antaranya:

  1. kulit terasa gatal dan berwarna merah,
  2. muncul sisik dan ruam pada kulit,
  3. kelopak mata, alat kelamin, atau mulut membengkak,
  4. kulit mulai mengering, terkadang sampai meradang atau melepuh,
  5. kulit yang telah melepuh dan berwarna merah terkadang pecah dan mengeluarkan cairan yang menimbulkan rasa gatal.

Cara Pencegahan Alergi Kulit

Alergi kulit bisa dicegah dengan menjauhkan diri dari penyebab alergi (alergen). Sebelumnya, kita tentu harus mengetahui penyebab alergi tersebut. Untuk mengetahuinya, kita bisa melakukan tes alergi. Ada tiga macam tes yang bisa dilakukan, yaitu tes tusuk kulit (skin prick test), tes tempel (patch test), dan tes darah (blood test).

1. Mengetahui Alergi Kulit – Tes Tusuk Kulit

Tes tusuk kulit dilakukan menggunakan alat khusus bernama point. Point ini biasanya berupa bahan-bahan alami, seperti makanan atau tepung sari bunga. Alat ini kemudian diletakkan di atas kulit sambil agak ditekan-tekan. Waktu yang diperlukan untuk menjalani tes ini sekitar 15 menit dan sama sekali tidak menggunakan jarum suntik. Jika setelah dilakukan tes ini, terjadi sesuatu pada kulit Anda, kemungkinan besar Anda terkena alergi kulit.

2. Mengetahui Alergi Kulit – Tes Tempel

Tes yang kedua adalah tes tempel. Tes tempel dilakukan untuk membuktikan apakah alergi kulit disebabkan oleh kontak bahan kimiaatau bukan. Tes tempel dilakukan dengan cara menempatkan beberapa jenis bahan kimia dalam sebuah tempat khusus atau finn chamber. Tempat ini kemudian ditempelkan di bagian punggung pasien.

3. Mengetahui Alergi Kulit – Tes Darah

Waktu tesnya lebih lama dibanding tes tusuk kulit, yaitu selama 48 jam. Selama melakukan tes ini, kita tidak diperbolehkan melakukan aktivitas terlalu berat. Tes yang ketiga adalah tes darah. Pada tes ini, parameter yang dideteksi adalah jenis antibodi IgE yang meningkat seiring timbulnya alergi kulit. Tes ini agak sulit dilakukan karena harus disertai dengan diet alergi.

Sebenarnya, prinsip utama mengatasi alergi kulit bukanlah untuk menyembuhkan, melainkan untuk mencegah atau meringankan gejalanya. Oleh karena itu, kita harus mengetahui penyebab alergi kulit yang kita miliki. Bahkan, jika alergi kulit itu masih dalam tahap ringan, tidak perlu ada pengobatan khusus karena gejalanya akan menghilang dengan sendirinya.

Yang terpenting adalah kita harus menghindari kontak langsung dengan bahan-bahan yang menyebabkan terjadinya alergi kulit tersebut. Selain itu, kita harus selalu menjaga kebersihan, terutama diri dan lingkungan. Jika alergi tersebut belum membaik, segera hubungi dokter untuk mendapat penanganan yang lebih serius.

power by anne ahira


Posted in: Kesehatan